Selasa, 07 Januari 2020

EBLEG SINGO MATARAM GLADI PENTAS

Pada Minggu siang (05/01/2020) grup ebleg Singo Mataram Panjer Kebumen mengadakan gladi pentas di lokasi padepokannya yang berada di belakang Makodim Kebumen. Meskipun hanya gladi pentas, ternyata kemunculan grup ebleg ini meskipun dalam guyuran gerimis, tetap mendapat perhatian yang cukup besar dari penonton dan warga sekitar. Bahkan ada beberapa penonton yang turut terhanyut sehingga ikut mendem pada gladi pentas tersebut. Pemain dan penonton pada gladi pentas tersebut didominasi oleh remaja dan pemuda.



Ebleg Singo Mataram Panjer Kebumen, merupakan satu-satunya grup ebleg yang ada di kecamatan Kebumen. Grup ebleg ini menurut penuturan Wiwid, salah satu sesepuh grup, merupakan grup yang sudah berusia tua, bahkan diyakini grup ebleg ini merupakan cikal bakal grup-grup ebleg yan ada di kabupaten Kebumen. Wiwid mengakui pada tahun 1960-an Wiwid yang pada saat itu beusia sekitar 10 tahun sudah mengikuti grup ebleg tersebut.


" Kula dereng lahir, grup ebleg ini sudah ada" aku Wiwid.
Memang cukup disayangkan keberadaan grup ebleg ini kurang mendapat dukungan pihak-pihak terkait. Nampak pada beberapa piranti gamelan maupun kostum grup yang sepertinya sangat sederhana. Piranti gamelan hanya terdiri dari 2 buah kempul, 1 gong, 1 saron, 1 demung, 1 peking, 1 kethuk kenong, dan 1 buah gendang. Pada ebleg dan selimut barongan juga nampak sudah tua.


GURU SD KEBUMEN JUGA JAGO NDALANG WAYANG GOLEK


Hari Rabu pagi (6/11), Halaman Aula Graha KPRI Makmur Kecamatan Sruweng meluap dibanjiri ratusan siswa-siswi SD se Korwil Disdik Kecamatan Sruweng. Mereka akan menjadi saksi bagi kepiawaian guru-guru SD perwakilan Korwil Bidik se Kabupaten Kebumen, didalam menggelar pertunjukan wayang golek kebumenan.  Guru-guru SD itu akan unjuk kebolehan dalam even Festival Dalang Wayang Golek Kebumen Bagi Guru SD Tingkat Kabupaten Kebumen Tahun 2019.

Pada festival yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen H. Moh. Amirudin, S.IP,MM itu semula akan diikuti oleh 20 peserta guru SD perwakilan Korwil Bidik se Kabupaten Kebumen, sampai pada waktu akan dilaksanaan masih ada 12 peseta yang menyanggupkan diri untuk ikut festival, akan tetapi ternyata sampai pada pelaksanaannya tinggal 10 orang peserta saja yang mendaftar ulang ke panitia. Para peserta festival pagelaran wayang golek Kebumen mementaskan lakonMarmadi Masuk Islam dengan durasi waktu maksimal 45 menit.

Menurut penyelenggara Kasi Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen BE Susilo Hadi, S.Pd Festival Dalang Wayang Golek Kebumen merupakan  kegiatan  seni budaya Dinas pedidikan Kabupaten Kebumen. Lebih lanjut BE Susilo Hadi sangat bersyukur atas terselenggaraya festival yang dipersiakan sekitar kurang lebih satu bulan tersebut dapat berlangsung dengan sangat baik dan berharap akan semakin banyak berminat utuk belajar wayang golek Kebumen, sehingga kedepan Kebumen akan menjadi tuan rumah bagi  wayang golek kebumenan. Semoga tahun depan masih akan diselenggarakan acara semacam bahkan untuk siswa.

Lebih lanjut BE Susilo Hadi menyampaikan bila konsep dari pagelaran wayang golek tersebut, yang dipentaskan merupakan perkawinan antara seni Jamjaneng dengan seni wayang Golek dimana keduanya merupakan seni asli Kebumen yang bernafaskan Keislaman. Hal tersebut perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga perlu disosialisasikan kepada para siswa-siswi.

BE Susilo Hadi  menambahkan 3 kriteria pada festival tersebut meliputi Sabet, dramaturgi atau sanggit, dan antawecana atau gunem, dengan mendapat penilaian 3 orang juri, yaitu Widodo S.Sn dari STSI, Pekik Sat Siswonirmolo dari Dewan Kesenian Daerah Kebumen, dan Sugito Purbo Carito Praktisi dalang dari Ambal.   

Dari menyaksikan penampilan mereka ternyata banyak guru-guru SD yang berbakat menjadi dalang, penampilan mereka sangat menakjubkan.” kata Widodo S.Sn salah seorang Juri pada festival tersebut, ia berharap penyelenggaraan festival semacam dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan merupakan agenda rutin dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen.

Yang tidak kalah menarik, hadir dan menyaksikan dari awal hingga festival  berakhir adalah  tokoh dalang senior Kebumen Ki Basuki Hendroparyitno beserta ibu. Ki Basuki Hendroparyitno  menyampaikan apresiasi,  mengucapkan terima kasih dan salut pada panitia atas penyelenggaraan Festival Dalang Wayang Golek Kebumen dan berharap penyelenggaraan kedepan akan menjadi lebih baik.

Ketiga juri sepakat menetapkan 6 orang peserta penyaji terbaik, dan berhak menerima piala serta uang pembinaan dari Dinas Pendidikan. Mereka secara berurutan satu sampai dengan enam adalah Waris dari Korwil Bidik Sempor, Maingun dari Korwil Bidik Ambal,  Kasmin dari Korwil Bidik Buayan, Kusyanto dari Korwil Bidik Sruweng, Sartiman dari Korwil Bidik Buluspesantren, dan Marsigit dari Korwil Bidik Adimulyo.

Minggu, 05 Januari 2020

LAPANAN PASTRAJAKKEP KECAMATAN KEBUMEN

Minggu, 5 Januari 2020 grup jamjaneng Al Faqih desa Depok Rejo kecamatan Kebumen, mengawali kegiatan rutin Selapanan Pastrajakkep Kecamatan Kebumen di tahun 2020 ini.
Meski dalam situasi hujan ternyata tidak mengurangi semangat anggota-anggota grup jamjaneng yang ada di kecamatan Kebumen dan sekitarnya. Acara yang dimulai sejal pukul 08.30 WIB itu berakhir pukul 11.45 WIB.

                                                                            
Dalam kesempatan tersebut diumumkan bahwa untuk selapanan Pastrajakkep kec Kebumen pada periode berikutnya adalah grup jamjaneng Dwi Tunggal dari Gesikan Balong.
Hadir pada selapanan tersebut, Kyai Masdar, Kyai Syarifudin dari Depokrejo, Ketua Pastrajakkep Kecamatan Kebumen ibu Badrun, Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo.

Dalam sabutannya Pekik menyampaikan bila Kesenian Jamjaneng adalah kesenian asli Kebumen yang merupakan salah satu pagar budaya dari kemajuan budaya global yang membahanan.
" Kegiatan Lapanan Pastrajakkep patut kita karena merupakan rangkaian acara yang baik dalam rangka penyebaran ajaran-ajaran kebaikan.Bahkan pada rangkaian acara Lapanan Pastrajakkep selalu diawali dengan tahlil bersama untuk mengirim Al Fatikhah dan doa bagi para tokoh yang berkontribusi pada pengembangan jamjaneng di Kebumen."