Kamis, 16 Februari 2012

Sarasehan Seni Barlingmascakeb

Sarasehan Seni Barlingmascakeb

Sebanyak 33 seniman berbagai kalangan dan berasal dari daerah Banyumas, Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen dan Wonosobo, berkumpul untuk menyelenggarakan sarasehan budaya di Kebumen, pada hari Kamis (9/2) lalu di Sekretariat SRMB (Sekolah Rakyat MeluBae) Jl. Pemuda, Gg.Melati 21B, Kebumen.
Sarasehan yang bertema “Mengkomunikasikan Potensi Budaya Lokal” dan menghasilkan kesepakatan pentingnya menjalin jejaring berkesenian antar daerah ini didukung sepenuhnya oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen. Para seniman yang berkumpul malam itu menyepakati terbentuknya forum komunikasi lintas daerah dan dinamai Jaringan Seni Luk Serayu.
Dalam sarasehan ini juga banyak disinggung tentang lemahnya fungsi Dewan Kesenian yang sebenarnya juga telah ada di berbagai daerah.
Selaku Kepala sekolah di Sekolah Rakyat MeluBae(SRMB), dan juga Ketua I DKD Kebumen, Pekik Sat Siswonirmolo berharap dengan adanya jejaring para pekerja seni seBarlingWonMasCaKeb akan menjadi media komunikasi silaturahmi, untuk dapat saling memberikan dukungan bila ada even kesenian wilayah Banyumas, Purwokerto,Banjernegara, Purbalingga, Wonosobo, Cilacap dan Kebumen.
Pekerja seni yang hadir dari Wonosobo Rika, Joko, Zahara Zain. Dari Purwokerto Damar Nurani, Jarot C Setyoko, Cueng Tatto, Wage, Agus Barry. Dari Cilacap Machrus Ali, NasrudinMunaf. Dari Banyumas I’ang. Dari Kebumen Pitra suwita, Nurnakhudin, Nurrokhim, Aris Panji, Putut As, Sahid El Kobar, Habib, Muklis, Saeful Ipul, Ari Susanto Asu, Daryono Cengkim, Indrotomo B, Sodikin, Dariman.
Jaringan Seni Luk Serayu
Jarot C. Setyoko, pembicara dari Purwokerto yang mewakili Banyumas, menyoroti betapa pentingnya fungsi DKD bagi mendukung greget berkesenian yang kian lama dihadapkan pada kompleksitas problem kekinian. Peradaban yang berkembang kian maju dan akselerasi perkembangan iptek, mesti dibarengi dengan kesenian yang bersifat transformatif. Namun perubahan sosial ini juga tak kemudian merubah orientasi sosial menjadi tercerabut dari akar budayanya dan cenderung mengarah ke produk budaya yang serba instan.
“Masyarakat juga kian jauh dari produk kesenian yang transformatif” dalih Jarot.
Tetapi ini menjadi tantangan bagi para seniman daerah, bagaimana agar masyarakat tidak terjebak pada arus konsumerisme yang makin menguat. Dalam konteks inilah pentingnya jejaring seniman lintas daerah di kawasan Barlingmascakeb.
Selain itu, para seniman dari kawasan Barlingmascakeb plus Wonosobo juga sepakat membuat media bersama untuk komunikais dan bertukar informasi; dengan nama Jaringan Seni Luk-Serayu. Sedangkan agenda Sarasehan Seni Barlingmascakeb berikutnya akan dilaksanakan tiga bulan mendatang di Cilacap. (satsiswonirmolo@gmail.com)