Senin, 27 Januari 2014

ANTOLOGI PUISI GURU SMP 2 KUTOWINANGUN



Dua orang guru SMP Negeri 2 Kutowinangun , Sugiyatno S.Pd M.Pd dengan nama pena Sugiyatno DM, dan Sat Siswonirmolo dengan nama pena Pekik Sat Siswonirmolo di tahun 2013 ini menerbitkan buku antologi puisi. Meskipun kedua orang guru tersebut sehari-hari mengajar bidang studi IPA, akan tetapi keduanya suka menulis, khususnya menulis puisi. 
 Penerbitan buku setebal 209 halaman berisi sekitar 200 buah puisi, juga didukung  8 penulis lain yang tergabung dalam Kamboja Group berupa buku Antologi Puisi dengan judul KIDUNG REMBULAN (Kamboja 12 Purnama) diterbitkan oleh Sembilan Mutiara, Publising Trenggalek-2013. Buku antologi  puisi tersebut merupakan penerbitan yang ke 3 dari komunitas Kamboja Grup yang diikuti guru dari SMP Negeri 2 Kutowinangun.
Sugiyatno DM adalah Kepala SMP 2 Kutowinangun, telah menerbitkan beberpa antologi puisi  diantaranya,   NYANYIAN RINDU (Kosakatakita Jakarta-2010), TEMBANG CINTA KAMBOJA (Sembilan Mutiara, Publising Trenggalek-2012) dan GUCI BERDARAH (Sembilan Mutiara, Publising Trenggalek-2012) RINDU BULAN PENUH KEAJAIBAN (Wangsa Indira Jaya, Surabaya-2012) . Pekik Sat Siswonirmolo disamping menulis beberapa skenario film cerita anak juga pernah terlibat  menulis puisi pada beberapa antologi puisi bersama diantaranya KUPUTARUNG (Sekolah Rakyat Melu Bae, Kebumen-2009), MURIDKU DAN ANGKANYA ( PGRI Kebumen) GUCI BERDARAH (Sembilan Mutiara, Publising Trenggalek-2012) dan RINDU BULAN PENUH KEAJAIBAN (Wangsa Indira Jaya, Surabaya-2012).
                Bagi Sugiyatno yang berprinsip “menulis tiada habis” berharap penerbitan buku antologi puisi ini akan menjadi sumbu pendek dalam memicu teman-teman guru yang lain di Kebumen untuk ikut menulis dan menerbitkan  buku, tidak saja buku karya sastra akan tetapi juga buku-buku yang lain.
Bagi Pekik Sat Siswonirmolo, dengan menulis merupakan wahana melatih diri mengungkapkan buah pikiran dan berharap tulisan-tulisan yang dibuat akan meninggalkan jejak-jejak sejarah bagi generasi mendatang.

SARASEHAN WAYANG DI SMP 2 KUTOWINANGUN

Ki Dalang Basuki Hendro Prayitno memberi penjelasan tentang wayang dihadapan ratusan siswa SMP Negeri 2 Kutowinangun Kebumen.


Seorang siswi secara antusias mempertanyakan beberapa hal yang berkaitan tentang wayang pada Ki Dalang Basuki Hendro Prayitno pada sesi tanya jawab.
Tujuhratusan siswa SMP Negeri 2 Kutowinangun, Sabtu (23/11)mengikuti sarasehan wayang di halaman depan SMP Negeri 2 Kutowinangun. Sarasehan wayang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kutowinangun bekerja sama dengan Dewan Kesenian Daerah (DKD) kabupaten Kebumen dalam rangka mengikuti anjuran Bupati agar wayang masuk sekolah.
Hadir sebagai pembicara Ki Dalang Basuki Hendro Prayitno Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen, yang didampingi Pekik Sat Siswonirmolo, Ketua 1 DKD Kabupaten Kebumen, H. Sugiyatno, S.Pd, MPd. Kepala SMP Negeri 2 Kutowinangun dan segenap guru SMP Negeri 2 Kutowinangun.
Ki Dalang Basuki Hendro Prayitno menyampaikan materi tentang sejarah wayang dengan berbagai karakter tokoh-tokoh wayang, juga masalah pilihan profesi menjadi pelaku seni tradisi khususnya wayang.” Para siswa jangan takut memilih profesi sebagai pelaku seni, sebagai cita-cita masa depan. Karena pelaku seni yang profsional juga dapat memperoleh penghasilan yang baik” ajakan Ki Dalang Basuki
Pada sambutan diawal sarasehan H.Sugiyatno, S.Pd, M.Pd, Kepala SMP Negeri 2 Kutowinangun,  berharap supaya para siswa dapat lebih mengenal wayang yang akhirnya dapat mencintai wayang yang merupakan budaya adiluhung milik bangsa sendiri”. Sebagai tindak lanjut dari kegiatai sarasehan wayang H.Sugiyatno, S.Pd, M.Pd berharap pada peemerintah daerah dapat memberkan bantuan seperangkat gamelan pada sekolah, sebagai  upaya  melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional khususnya  karawitan. ” Karena keberadaan gamelan merupakan pintu untuk nguri-uri kebudayaan tradisional” imbuhnya
“ Bila akan melestarikan seni karawitan pada generasi muda, memang idealnya setiap sekolah memiliki seperangkat gamelan. Sebab sangat mustahil, melestarikan seni karawitan di daerah tanpa tersedianya sarana pendukung, seperti tersedianya seperangkat gamelan di setiap sekolah” kata Pekik Sat Siswonirmolo, Ketua 1 DKD Kabupaten Kebumen.
Para siswa semakin antusias mengikuti penyampaian sarasehan, ketika Ki Dalang Basuki Hendro Prayitno, membuka sesi tanya jawab dengan memberika hadiah bagi siswa yang berani bertanya dan berhasil menjawab pertanyaan beliau.
Sarasehan diakhiri dengan peragaan mendalang oleh dalang kecil Bambang Priyambodo yang juga siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Kutowinangun.