Selasa, 25 Februari 2014

DEWAN KESENIAN DAERAH (DKD) KEBUMEN PEDULI BAHASA JAWA



Ketua 1 Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen saat menjadi nara sumber pada acara Selamat Pagi Kebumen (SPK) berbahasa jawa di Ratih TV Kebumen, dengan tema Mengungkap Tembang Macapat, Jum'at 21 Februari 2013, bersama Ki Dalang Bambang Budi Cermo Carito dari Jatijajar.

Sebagai tindak lanjut dari Dewan Kesenian Daerah (DKD) kabupaten Kebumen di dalam menanggapi Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah, nomor 9 tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa. DKD Kebumen berinisiatif bekerja sama dengan Ratih TV Kebumen dan In FM Kebumen. Sehingga sejak bulan September 2013, secara rutin, setiap Jumat pagi mulai pukul 06.00 WIB di acara Selamat pagi Kebumen (SPK) digelar acara yang secara khusus menggunakan bahasa pengantar bahasa jawa.
Selain itu di setiap hari Minggu pagi DKD Kebumen di Ratih TV, mulai pukul 07.00WIB juga menggelar acara Pawartos Kebumen, yang merupakan acara berita berbahasa jawa.
Pada acara SPK Jumat(21/02) kemarin mengangkat tema materi Mengungkap Tembang Macapat di Kebumen. Pemilliha tema tersebut didasarkan atas keprihatinan DKD terhadap keberadaan tembang Macapat di masyarakat yang semakin dilupakan.Bahkan seni tembang macapat sangat asing dikalangan generasi muda.
Ada beragam tanggapan masyarakat terhadap pembahasan tema tersebut, yang pada intinya mendukung DKD dalam pelestarian budaya jawa pada umumnya, dan pada khususnya tembang macapat di Kebumen. Diantaranya permintaan dari masyarakat supaya ada pemberian pembekalan pengetahuan tentang tembang macapat, pada guru-guru, utamanya guru SD di Kebumen.
Nara sumber pada acara yang dipandu oleh presenter Agung Hariyadi (Ega) dari Ratih TV tersebut Bambang Budiyono yang lebih dikenal dengan Ki Bambang Budi Cermo Carito, seniman dalang dari Jatijajar, dan Pekik Sat Siswonirmolo dari Dewan Kesenian Kabupaten Kebumen.
Ki Dalang di akhir acara berharap agar masyarakat Kebumen mulai mau belajar dan peduli terhadap perkembangan seni tembang macapat. Beliau menyatakan kesanggupannya untuk menularkan pengetahuannya pada siapa saja yang ingin belajar tembang macapat.

Senin, 03 Februari 2014

Galeri Jelajah Budaya 2013

Backdrop Jelajah Budaya di Boyolali, Magelang dan Temanggung

Sukrosono koleksi Musium Wayang Pondok Tingal Magelang

Selamat Datang Peserta Jelajah Budaya di Penginapan

Di depan Gerbang Makam Aulia Gunungpring Muntilan

Menatap Merapi dari teras kediaman Bupati Temanggung Tempo Doeloe

Pak Mudiono mejeng di depan Padepokan Turonggo Seto

Menatap Merapi

Disuguhi Tari Dolanan Bocah di Muntilan

Gerbang Makam Aulia Gunungpring Muntilan

Gerbang Petilasan Kebo Kanigoro

Penjelasan di petilasan Kebo Kanigoro

Koleksi di Musium Wayang Pondok Tingal Magelang

Wayang Koleksi Musium Wayang

Mendapat penjelasan di dalam masjid Gunungpring

Mendapat penjelasan di dalam masjid Gunungpring

Merapi dari teras Pendopo Kabupaten Temanggung Tempo Doeloe

Dilatarbelakangi puncak Merapi

Padepokan Turonggo Seto

Penari Temanggung

Penari Temanggung Melenggok

Seperti Seorang penjelajah

Juru Kunci Gunungpring memberi Penjelasan

Gerbang Masuk Petilasan Kebo Kanigoro

Prasasti Gunungpring

Prasasti Soemodilogo Bupati Temanggung

Raden Bagoes Soepeno Raden Ngabei Koesoemomidjojo

Penyambutan tamu di Makam Aulia Gunungpring

Rombongan Jelajah Budaya masuk ke komplek Gunungpring

Seniman Kebumen Peserta Jelajah Budaya

Dua Dari seniman Kebumen peserta Jelajah Budaya

Dua Dari seniman Kebumen peserta Jelajah Budaya

Tiga dari seniman Kebumen peserta Jelajah Budaya

Silsilah Gunungpring

Turonggo Seto

Sukosrono Koleksi Musium Wayang

Wayang  Koleksi Musium Wayang

Pagelaran wayang di Musium Wayang

Di Padepokan Turonggo Seto Boyolali