Senin, 10 Juni 2013

PENTAS TEATER SANGGAR ILIR IMAKTA YOGYA DI STAINU KEBUMEN



 Satu adegan pada pementasan Kiblat  Tanah Negeri atau Gedhe Lemah Kuning di Auditorium STAINU Kebumen

Meskipun Kebumen Sabtu(08/06) dari sore diguyur hujan lebat, pentas Sanggar Ilir IMAKTA Yogyakarta di Auditorium STAINU Kebumen berlangsung sukses. Pada pentas produksi teater ke 9 dengan didukung enam orang aktor dan aktris itu menganggkat cerita Gedhe Lemah Kuning atau Kiblat Tanah Negri.
Pementasan berkisah tentang Ki Gedhe Lemah Kuning, seorang tokoh yang kontraversial di kraton Unggul Pawenang karena dianggap telah menyebarkan ajaran yang sesat, melanggar syariat. Ki  Gedhe Lemah Kuning menyebarkan sebuah ajaran makrifat yang seharusnya belum saatnya diajarkan kepada rakyat Unggul Pawenang yang masih awam. Keadaan tersebut menimbulkan kekhawatiran dikalangan para dewan wali dan sesepuh di kraton Unggul Pawenang. Pementasan diakhiri dengan adegan mukswanya Ki Gedhe Lemah Kuning.
Kiblat Tanah Negri merupakan pementasan teater surealism garapan sutradara Abdul Qodir Al-Amin, sebenarnya merupakan naskah teater kolosal yang dimainkan olel lebih dari 400 orang pamain. Ditangan sutradara Abdul Qodir Al-Amin, meskipun dengan tidak mengurangi bobot ceritanya, jumlah pemain disusut hingga menjadi enam orang. Untuk penggarapan ilustrasi musiknya didukung oleh Komunitas Gorong Gorong Institut (GGI) yang berasal dari Dinasti Yogyakarta.
Sebenarnya dari setiap pementasan kelompok teater yang ada di Kebumen, baik yang dilakukan oleh teater pelajar, teater kampus ataupun komunitas teater umum semuanya menawarkan konsep, ide maupun cerita yang menarik. Hanya sayangnya pada setiap pementasan kelompok teater tersebut belum dapat memvisualisasikan konsep, ide maupun cerita secara maksimal karena terkendala fasilitas yang ada dan keterbatasan dana anggaran penyelenggaraan pementasan.
Diantara puluhan penonton, ikut hadir menyaksikan pementasan Ketua DKD Kabupaten Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo, didampingi Putut Ahmad Su’adi S.Hum dan Pitra Suwita.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi tinggi kepada Sanggar Ilir IMAKTA dan Komunitas Gorong Gorong Institut yang telah melakukan pentas teater. Semoga pementasan kali ini semakin menyemarakkan kegiatan seni teater di Kebumen. Sejak awal Mei lalu di kebumen telah beberapa kali terselenggara kegiatan pentas teater, diantaranya Laboratorium Teater Film Usmar Ismail UNES Semarang dengan Sumur Tanpa Dasar (15/05) di Auditorium STAINU Kebumen, dan Komunitas kieBae Purwokerto yang atas prakarsa dari Sekolah Rakyat MeluBae Kebumen mementasan Sandiwara Malam di Aula PGRI Kebumen (25/05)”,kata Pekik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar