Senin, 22 April 2013

LOMBA DRAMA FLS2N SMA 2013





Gambar SMA Negeri 1 Klirong mementaskan naskah Tak Ada Bintang Di dadanya, meraih juara pertama.


Beberapa SMA Negeri di Kebumen mengaku kurang persiapan didalam menghadapi kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional ( FLS2N) tingkat Kabupaten. Hal tersebut terungkap pada FLS2N yang berlangsung Minggu, 31 Maret 2013 di SMA Negeri 1 Kebumen. Bahkan  ada satu SMA yang hanya melakukan persiapan dalam waktu 3 hari untuk mengikuti lomba drama.
Ada sepuluh kelompok teater dari SMA se kabupaten Kebumen mengikuti  lomba drama di aula SMA Negeri 1 Kebumen. Pada lomba tersebut dipentaskan sepuluh lakon yang berbeda. Semua lakon-lakon drama yang dipentaskan bertemakan nasionalisme, perjuangan dan adat istiadat dengan pesan moral pendidikan.
Dewan Juri lomba drama terdiri dari 3 orang praktisi teater di Kebumen. Mereka adalah Drs Eko Sajarwo aktivis teater, Sat Siswonirmolo, S.Pd. M.Pd,  Ketua I Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kebumen dan Sahid Eskobar aktivis teater Gerak STAINU Kebumen.
Kriteria penilaian lomba drama meliputi kesesuaian isi cerita dengan tema yang diberikan panitia, pemeranan ( penjiwaan peran /akting, artikulasi, intonasi, kreativitas improvisasi ), penyutradaraan ( bloking, pengadeganan, motivasi ), artistik (setting, kostum, make up, tata cahaya ), kemasan pertunjukan ( kerapihan, kedisiplinan ) dan ketepatan waktu . Setiap peserta diberi waktu  maksimal 15 menit untuk setiap pementasan.
Menurut salah satu Juri drama Sat Siswonirmolo S.Pd. M.Pd, kegiatan lomba drama tersebut merupakan salah satu rangkaian dari Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional ( FLS2N) program Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA), Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013. Ada 7 (tujuh) cabang seni yang dilombakan yaitu meliputi: Cipta dan Baca Puisi, Menyanyi Solo, Seni Baca Al-Quran, Desain Poster, Kriya, Tari Berpasangan dan Teater/Drama.
Sayangnya meskipun FLS2N merupakan kegiatan rutin setiap tahun, beberapa sekolah  tampak kurang persiapan dalam menghadapi even tersebut. Padahal tujuan FLS2N tersebut adalah untuk memfasilitasi dan memotivasi peserta didik yang mempunyai bakat di bidang seni, agar dapat meningkatkan skill dan kemampuan sesuai dengan bidang seni yang dimilikinya. Kegiatan ini juga dalam rangka pembentukan sikap/karakter yang penuh dengan kreativitas, rasa persahabatan dan kebangsaan yang tinggi antar sesama peserta didik untuk meningkatkan mutu pendidikan.
“Beberapa SMA di Kebumen belum menyelenggaraka kegiatan ekstra kurikuler cabang seni yang dilombakan, seperti Teater, Seni Baca Al-Quran, Cipta dan Baca Puisi maupun Tari, sehingga persiapan setiap peserta sangat kurang, akibatnya prestasi setiap peserta kurang maksimal” kata Sat Siswonirmolo  
Dari hasil penilaian ketiga Juri memutuskan SMA Negeri 1 Klirong, dengan lakon Tak Ada Bintang Di Dadanya, sebagai Juara pertama. Juara kedua diraih SMA Negeri Karang Anyar  dengan lakon Sejengkal Tanah dan sebagai juara ketiga SMA Negeri 1 Kebumen dengan lakon Dua Garis Merah. Untuk juara harapan 1 dan 2 berturut-turut jatuh pada SMA Negeri 2 Kebumen dan SMA Negeri 1 Gombong, masing masing dengan lakon  Murti dan Roro Jonggrang.
Meskipun beberapa peserta mengaku kurang persiapan, menurut Drs Eko Sajarwo, pada FLS2N tahun ini walaupun belum maksimal, secara umum seluruh peserta dari segi penggarapan mengalami peningkatan. Sehingga persaingan nilai setiap peserta sangat ketat. “ Kelemahannya pada umumnya terdapat pada sisi penyutradaraan, setiap peserta belum menggarap naskah secara serius, “ kata Eko Sajarwo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar