Sabtu, 11 Oktober 2025

Selapanan PASTRAJAKKEP Kec. Kebumen

 Selapanan PASTRAJAKKEP Kec. Kebumen


Seni Jamjaneng Dukuh Kemitir tampil di Balai Kelurahan Bumirejo, Kebumen, Minggu Kliwon 5/10.

Dalam rangka turut serta melestarikan Warisan Budaya Takbenda tersebut Paguyuban Seni Tradisional Jamjaneng Kabupaten Kebumen (PASTRAJAKKEP) kecamatan Kebumen secara rutin setiap 35 hari sekali menyelenggarakan acara Selapanan.

Untuk Selapanan Pastrajakkeb kec. Kebumen kali ini yang kebagian menyelenggarakan rombongan Jamjaneng dukuh Kemitir kelurahan Bumirejo, dan atas dukungan Kelurahan Bumirejo maka acara bertempat di Aula Kelurahan Bumirejo, pada Minggu Kliwon, 5 Oktober 2025.

Hadir pada Selapanan tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Frans Haidar, Ari Listiyono dari Kecamatan Kebumen, Lurah Bumirejo Bakhrur Rokhman, dan pemerhati kesenian Jamjaneng Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo.

Setidaknya ada 9 kelompok Jamjaneng di wilayah kecamatan Kebumen yang hadir pada Selapanan tersebut.

Seperti biasa acara diawali dengan doa tahlil, yang dilanjutkan dengan beberapa tembang Jamjaneng persembahan rombongan Jamjaneng Kemitir.

Pada sesi sambungrasa ketua pastrajakkep Kecamatan Kebumen Siman H.W menyampaikan kondisi yang memprihatinkan untuk menyelenggarakan Selapanan PASTRAJAKKEP secara rutin, sehingga perlunya dukungan dari pemerintah daerah untuk kelangsungan penyelenggaraan Selapanan secara rutin.

Penyampaian Siman ditanggapi Lurah Bumirejo Bakhrur Rokhman.

"Sepanjang ada komunikasi yang baik dari rombongan jamjaneng dengan pemerintahan desa atau kelurahan, tentu desa atau kelurahan akan membantu sesuai dengan kemampuan anggaran dari masing-masing desa atau kelurahan "

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, melalui Istiyadi selaku Kabid Kebudayaan merespon dengan kesediaannya memberi dana stimulan pada Pastrajakkep kec. Kebumen.

Pemerhati seni Pekik Sat Siswonirmolo memberi masukan pada selapanan paguyuban seni Jamjaneng di Balai Kelurahan Bumirejo, Kebumen, Minggu 5/10.

Sebagai pemerhati kesenian jamjaneng Pekik Sat Siswonirmolo menyampaikan "Sudah hampir 4 tahun kesenian Jamjaneng Kebumen ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda dari Provinsi Jawa Tengah, berdasarkan Sertifikat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tehnologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, B A.,M.B.A. Nomor: 0017/F4KB.04.04/2021 di Jakarta pada tanggal 7 Desember 2021. Sehingga untuk melestarikannya tentu butuh dukungan berbagai pihak, terutama dari pemerintah daerah. Ini penting mengingat Jamjaneng merupakan aset budaya yang sangat berharga bagi kabupaten Kebumen".


#https://suarabaru.id/2025/10/06/jamjaneng-kemitir-manggung-di-balai-kelurahan-bumirejo

SMP Negeri 1 Petanahan Luonching Tari Santren

 SMP Negeri 1 Petanahan Luonching Tari Santren




Pada pagi Rabu, 19 Pebruari 2025 bertempat di SMP Negeri 1 Petanahan di selenggalara kegiatan Pameran Karya Seni Rupa Ujian Praktik Kelas 9 dan Gelar Karya Karya Aksi Nyata P5. SMP Negeri 1 Petanahan.

Yang menarik pada kegiatan yang dihelat secara meriah selain ada Market Day  bagi kelas 7, Pameran Seni Rupa Karya siswa kelas 9, pada kegiatan tersebut juga dilounching Tari Santren yang merupakan tari ciptaan Agus Budianto S.Pd seniman tari yang juga guru SMP Negeri 1 Petanahan. Lounching Tari Santren digelar secara masal melibatkan sejumlah 256 orang penari putra dan putri

Acara lounching  dihadiri Samsu Hidayat M.Pd.Pengawas dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga kab. Kebumen, Eko Purwanto, SSTP M.Si Plt. Camat Petanahan, Pekik Sat Siswonirmolo Ketua Umum DKD Kebumen, Kepala Desa dan Komite sekolah.

Menurut Kepala  SMP Negri 1 Petanahan Boiman S.Pd,  Tari Santren merupakan persembahan SMP Negeri 1 Pertanahan pada masyarakat Petanahan dan kab. Kebumen dengan harapan dapat memperkaya keberagaman tarian tradisional khas kab. Kebumen hal tersebut tentu saja menjadi suatu  prestasi yang mendukung kemajuan SMP Negeri 1 Petanahan.

Agus Budianto S.Pd pemilik Sanggar Satria Kembar Dance Studio (SSKDS) Puring sebagai pencipta tari mengungkapkan bahwa Tari Santren merupakan hasil dari kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan mengangkat potensi budaya dari kearifan lokal yang ada di kecamatan Petanahan. Menurut Agus  "Tari Santren adalah tarian yang terinspirasi dari meneladani kisah perjalanan dan perjuangan Syekh Anom Sidakarsa di Petanahan, dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Kebumen bagian selatan. Sehingga tari Santren sangat kental dengan nuansa religius, dan sangat islami.  Agus berharap tari Santren nantinya akan menjadi identitas bagi SMP Negeri 1 Petanahan, syukur-syukur nantinya bisa diterima menjadi identitas kecamatan Petanahan dan memperkaya keberagaman tarian tradisional khas kabupaten Kebumen.

Pekik Sat Siswonirmolo Ketua Umum DKD Kebumen pada sambutannya memberikan apresiasi pada penyelenggaraan kegiatan tersebut dan berharap agar SMP Negeri 1 Petanahan dapat menjadi kantong budaya yang memberi bekal budaya bagi generasi muda terdidik agar dimasa mendatang dapat menjadi masyarakat apresian.

# https://suarabaru.id/2025/02/21/256-siswa-smp-negeri-1-petanahan-sukses-gelar-tari-santren

Galeri September 2025

 FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU 2025

Para Juri Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 cabang Ndagel Ijen SD tingkat Kabupaten Kebumen tanggal 10 September 2025 di Hotel Candisari Pekik Sat Siswonirmolo, BY Handoko, Kasmin.

 
Para Juara cabang Ndagel Ijen SD Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 Tingkat Kabupaten Kebumen tanggal 10 September 2025 di Hotel Candisari Karanganyar Kebumen



Juri Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 tanggal 10 September 2025 di Hotel Candisari

















Agus Sunaryo PLT Kep. Disdikpora kab. Kebumen pada Pembukaan FTBI 2025 


SPEKTAKULER KONSER KVO Di SILOKA DIGELAR TEPAT Di ATAS SUNGAI 



Sebuah perhelatan musik yang tak biasa, Konser Amal SILOKA (Simfoni Lantunan Orkestra untuk Kebumen Damai), sukses digelar pada Sabtu malam 27 September 2025 di Da Grasses Panoramic Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun.

Keunikan konser ini terletak pada panggungnya yang didirikan tepat di atas aliran sungai, menciptakan suasana magis dan tak terlupakan.

Hadir Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah membuka acara dan turut larut bersama ribuan penonton dalam alunan musik yang memadukan seni, harmoni, dan pesan kepedulian sosial.

Lagu pembuka Indonesia Raya dilanjutkan dengan alunan seruling bambu mengiringi narasi puitis yang indah. Penampilan memukau disuguhkan oleh Kebumen Violin Orchestra (KVO) yang melibatkan 76 pemain biola anak-anak dan didukung oleh 4 pemain cello dari ISI Yogyakarta.

" Di atas aliran sungai yang tenang, harmoni biola anak-anak berpadu dengan suara alam. Ini adalah sebuah panggung orkestra yang jarang ditemui, unik, dan ‘menggigit’ sekaligus romantis. Alunan nada ini menjadi jembatan antara ketulusan hati anak-anak dengan semesta yang mendengar,” ujar Instruktur KVO, Taufik Ismail.

Sementara itu Ketua KVO, Agus Suleman, berharap konser unik di atas sungai ini dapat menjadi agenda budaya tahunan Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Lebih dari itu, Pemerhati Budaya dan Pembina KVO, Pekik Sat Siswonirmolo, menambahkan bahwa pertunjukan ini lebih dari sekadar hiburan. Menurutnya ini adalah ajakan untuk melihat kembali sungai sebagai denyut nadi budaya dan identitas yang patut dijaga.

Konser amal KVO malam itu bukan hanya sekadar hiburan, melainkan sebuah ajakan kuat untuk bersatu dalam semangat perdamaian dan gotong royong, menjadikan seni sebagai cara yang indah untuk kembali ke alam dan menggalang harapan baru bagi Kebumen yang lebih damai









Wakil Bupati Kebumen di Pembukaan Konser



Senin, 25 Agustus 2025

GALERI AGUSTUSAN

 Dokumentasi bulan Agustus 














Dialog Macapat Kebumen Culture Festival 2025 di Pendopo Kabumian pada Senin malam, 25 Agustus 2025 oleh Paguyuban Macapat Tresno Budoyo Bonorowo pimpinan Ponijan




Selasa, 05 Agustus 2025

GALERI JAMJANENG PASTRAJAKEB KEC. KEBUMEN

 SELAPANAN JAMJANENG PASTRAJAKEB KEC. KEBUMEN

Miris dan memprihatinkan kehidupan kesenian Jamjaneng di Kebumen, meskipun kesenian ini telah diakui oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2021  Kesenian Jamjaneng sebagai kesenian musik tradisional khas kabupaten Kebumen telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda dengan SK Penetapan No SK : 372/M/2021 Tanggal SK : 2021 Nama Karya Budaya Jamjaneng Prov. Jawa Tengah Seni Pertunjukan









Berikut adalah beberapa poin penting tentang Jamjaneng:

KeseniaJamjaneng muncul sebagai media dakwah Islam pada masa kerajaan Demak. 

Instrumen Kesenian ini menggunakan alat musik pukul yang dibuat dari potongan kayu yang dilubangi dan ditutup kulit binatang, serta gendang. Jamjaneng adalah kesenian musik tradisional dari Kabupaten Kebumen yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Kesenian ini awalnya digunakan sebagai media dakwah Islam dan menampilkan lagu-lagu bernafaskan Islam serta puji-pujian kepada Allah SWT. Jamjaneng menggunakan alat musik pukul yang terbuat dari kayu glugu (pohon kelapa) dan kulit kambing, serta dimainkan dengan perasaan dan improvisasi. 

Sejarah dan PerkembanganJamjaneng :

1.     Jamjaneng muncul pada masa kerajaan Demak dan digunakan untuk menyebarkan ajaran agama Islam. 

2.     Sunan Kalijaga diyakini berperan dalam memperkenalkan kesenian ini di Kebumen, dengan menciptakan alat musik dari bahan yang mudah didapat. 

3.     Alat musik Jamjaneng, seperti yang dibuat oleh Ki Jamjani, terbuat dari kayu glugu dan kulit kambing. 

4.     Nama "Jamjaneng" sendiri konon berasal dari pelafalan "Zamzani", nama pembuat alat musik tersebut. 

5.     Jamjaneng tidak hanya digunakan untuk dakwah, tetapi juga sebagai hiburan dan sarana mempererat tali silaturahmi dalam masyarakat. 

Ciri Khas Jamjaneng:

1.     Alat Musik Jamjaneng terdiri dari alat musik pukul yang terbuat dari kayu dan kulit kambing, dimainkan tanpa notasi baku, hanya dengan improvisasi. 

2.     Syair mengandung syair-syair bernafaskan Islam, seperti sholawat nabi, pujian kepada Allah, dan petuah-petuah hidup. 

3.     Pemain biasanya dimainkan oleh 15-20 orang, terdiri dari penabuh alat musik, dalang, dan penyanyi. 

4.     Fungsi kesenian jamjaneng selain dakwah, juga digunakan dalam acara pernikahan, khitanan, dan acara peringatan kemerdekaan. 

5.     Dua Jenis Lagu selain lagu wajib bernuansa Islam, ada juga lagu "blederan" yang lebih bersifat menghibur. 

Upaya pelestarian dan tantangan yang ada :

1.     Jamjaneng telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menunjukkan pengakuan atas nilai budayanya. 

2.     Pemerintah daerah Kebumen berupaya melestarikan dengan mengadakan festival dan membuat kebijakan terkait. 

3.     Seniman Jamjaneng membentuk organisasi seperti PASTRAJAKEB dan mengadakan acara "lapanan" untuk menjaga kelestarian. 

4.     Tantangan pelestarian meliputi pengaruh budaya modern, kurangnya minat generasi muda, dan terbatasnya perhatian terhadap regenerasi. 

Perkembangan Terkini:

·         Beberapa desa di Kebumen masih melestarikan Jamjaneng, seperti di Desa Madureso dan Desa Kejawang. 

·         Ada juga upaya untuk mengembangkan Jamjaneng Modern, yang merupakan perpaduan antara kesenian tradisional dan modern. 

·         Jamjaneng terus menjadi bagian penting dari identitas budaya Kebumen dan diharapkan dapat terus dilestarikan.