Rabu, 24 Juni 2026

Puluhan Grup Jamjaneng se-Kabupaten Kebumen Semarakkan Festival Jamjaneng 2026

 

Wakil Bupati membuka Festival Jamjaneng 2026

Puluhan kelompok kesenian Jamjaneng dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kebumen turut memeriahkan Festival Jamjaneng 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kebumen. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (20–21 Juni 2026), tersebut bertempat di Auditorium IAINU Kebumen.

Penerimaan hadiah juara 1 grup Al Hidayah Karanganyar diwakili panitia

Penampilan juara 1 grup Al Hidayah Karanganyar

Festival Jamjaneng 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kebumen, H. Zaeni Miftah, dan ditutup oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Zaki Mubarok. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus wadah penguatan eksistensi kesenian tradisional Jamjaneng sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Kebumen.

Tim Dewan juri Festival Jamjaneng BE Susilohadi, Pekik Sat Siswonirmolo dan Sutarjo

Ketua Lesbumi NU Kebumen sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Festival, Putut Ahmad Su’adi, S.Hum., menyampaikan bahwa festival ini merupakan langkah awal untuk melakukan inventarisasi sekaligus menyerap aspirasi para pegiat Jamjaneng di tingkat yang paling luas.

“Event ini merupakan langkah awal dalam rangka inventarisasi dan mengumpulkan aspirasi dari para pegiat kesenian Jamjaneng pada level yang paling masif. Berbekal hasil dari kegiatan ini, ke depan Lesbumi PCNU Kebumen telah memiliki rancangan program untuk pelestarian sekaligus pengembangan kesenian tradisional Jamjaneng,” ungkapnya.

Festival yang diikuti oleh grup Jamjaneng utusan MWCNU se-Kabupaten Kebumen tersebut menghadirkan tim dewan juri yang terdiri atas Ketua Paguyuban Seni Tradisi Jamjaneng Kebumen (Pastrajakeb), BE Susilohadi, S.Pd.; Koordinator Bidang Seni dan Tradisi Lisan Dewan Kebudayaan Daerah Kebumen, Pekik Sat Siswonirmolo, M.Pd.; serta Sutarjo, S.Pd., budayawan dari komunitas kesenian Rasa Kawedhar Kebumen.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Grup Jamjaneng Al Hidayah MWCNU Karanganyar berhasil meraih Juara I. Juara II diraih Grup Jamjaneng Al-Muttaqin MWCNU Kebumen, sedangkan Juara III diraih Grup Jamjaneng Tri Sejati 3 MWCNU Pejagoan.

Selain itu, dewan juri juga menetapkan para juara harapan, yaitu Harapan I Grup Jamjaneng Al-Hidayah MWCNU Klirong, Harapan II Grup Jamjaneng Nurul Iman MWCNU Kebumen, dan Harapan III Grup Jamjaneng Peganyongan MWCNU Alian.

Para pemenang mendapatkan penghargaan berupa hadiah dan uang pembinaan, khususnya bagi peraih Juara I hingga Juara III.

Menurut Pekik Sat Siswonirmolo, M.Pd., selaku Koordinator Bidang Seni dan Tradisi Lisan Dewan Kebudayaan Daerah Kebumen sekaligus salah satu anggota dewan juri, Jamjaneng merupakan kesenian tradisional khas Kebumen yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Kabupaten Kebumen.

“Jamjaneng merupakan kesenian yang melantunkan syair-syair shalawat Nabi, nasihat keagamaan, serta pesan-pesan moral kepada masyarakat. Kesenian ini memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya yang sangat kuat,” jelasnya.

Namun demikian, Pekik menyampaikan bahwa keberadaan Jamjaneng saat ini menghadapi tantangan, terutama dalam hal regenerasi. Meskipun kelompok Jamjaneng di Kabupaten Kebumen jumlahnya mencapai ratusan, sebagian besar anggotanya sudah berusia lanjut sehingga diperlukan langkah strategis untuk menarik minat generasi muda.

“Regenerasi menjadi persoalan penting yang harus segera mendapatkan perhatian bersama. Pelestarian Jamjaneng tidak cukup hanya mempertahankan pertunjukannya, tetapi juga harus menyiapkan generasi penerus agar kesenian ini tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Melalui Festival Jamjaneng 2026, Lesbumi NU Kebumen berharap lahir langkah-langkah konkret untuk memperkuat keberadaan Jamjaneng sebagai identitas budaya Kebumen sekaligus membuka ruang keterlibatan generasi muda dalam pelestarian seni tradisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar