Kebumen, 25 April 2026 — Ribuan masyarakat dan pecinta seni tradisi memadati kawasan timur laut , Sabtu malam (25/4), dalam gelaran Milad Sewindu Forum Ebeg Kebumen Aji (Forum EKA). Perayaan delapan tahun organisasi para pelaku seni ebeg itu berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Sejak sore hari, rangkaian acara telah dimulai dengan penampilan dua grup ebeg, yakni Condro Lestari Budaya dan Cakra Manunggal Sari dari Kecamatan Sruweng. Kedua penampilan tersebut sukses menyedot perhatian pengunjung yang memadati area pertunjukan.
Memasuki malam hari, suasana semakin semarak saat Grup Lenggeran Forum EKA menampilkan tari tradisional lengger di bawah pimpinan Slamet Sodirin, yang juga menjabat Ketua Umum Forum EKA Kebumen. Penampilan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para penonton.
Puncak acara malam itu ditandai dengan tampilnya Ebeg Warok Jaten Waluyo dari Desa Tlagasari, Kecamatan Ayah, pimpinan Satimin. Sajian ebeg dengan karakter khas tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan memberi warna berbeda dalam peringatan Sewindu Forum EKA.
Forum EKA sendiri memiliki sejarah penting dalam perkembangan seni ebeg di Kebumen. Organisasi ini dibentuk pada 28 Januari 2018, difasilitasi oleh di sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, dan penguatan antargrup ebeg di Kabupaten Kebumen.
Hadir dalam acara tersebut anggota Saiful Hadi, S.I.Kom, yang menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong para anggota Forum EKA. Menurutnya, peringatan Milad Sewindu terlaksana dari swadaya internal anggota Forum EKA yang saat ini berjumlah sekitar 300 grup.
Dalam sambutannya, Saiful Hadi mengajak masyarakat untuk terus mencintai budaya daerah. Ia juga menyampaikan jargon yang disambut antusias penonton:
“Wong Kebumen duwe gawe ora nanggap ebeg ora maen, nonton ebeg pantang pulang sebelum janturan, ora mendem ora marem.”
Ketua Umum Forum EKA, Slamet Sodirin, berharap momentum Sewindu menjadi penguat persaudaraan dan kekompakan seluruh anggota.
“Semoga Forum EKA yang selama ini sudah solid, ke depan semakin solid dan semakin maju dalam melestarikan seni ebeg,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para tokoh seni, pegiat budaya, serta pengurus . Dari unsur pengurus hadir Koordinator Bidang Seni dan Tradisi Lisan, Pekik Sat Siswonirmolo, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan seni tradisi rakyat di Kabupaten Kebumen.
Perayaan Milad Sewindu Forum EKA menjadi bukti bahwa seni ebeg tetap hidup, dicintai masyarakat, dan memiliki tempat penting dalam identitas budaya Kebumen. Di tengah perkembangan zaman, tradisi tetap bergerak bersama rakyatnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar